Workshop Penyusunan Soal Literasi, Numerasi dan Sains

Selasa – Jum’at, 30 Januari hingga 2 Februari 2024 dilaksanakanĀ Workshop Penyusunaan Soal Literasi NumerasiĀ di Kantor Pemerintah Kota Yogyakarta Dinas Pendidikan dan Olah Raga. Pelatihan ini ditujukan untuk guru Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA. Maksud dan tujuam dari pelatihan ini adalah untuk persipanan menghadapi ASPD tahun 2024. Pihak yang berwewenang, dalam hal ini Dinas Pendidikan mengharap dengan sangat agar anak-anak didik kita dapat memperoleh hasil yang optimal, sama seperti tahun 2022. Di tahun tersebut, hasil jerih payah anak didik (SMP) di Kota Yogyakarta memperoleh prestasi yang terbaik, dalam kompetisi Assesment Nasional.

Beberapa tahun terakhir Pemerintah telah meniadakan Ujian Nasional. Namun untuk Daerah Istimewa Yogyakarta masih tetap memegang erat mempertahankan Ujian Nasional lingkup Propinsi. Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Daerah keukuh menyelenggarakan assesment tingkat propinsi. Apakah kegiatan ini mengada-ada? Tidak. Survey yang ditujukan masyarakat membuktikan bahwa 90%, mereka sepakat untuk diadakan assesment.

Kamis, 2 Februari 2024 giliran Matematika yang mendapatkan giliran work shop. Angin segar yang digulirkan Bapak Hasyim, menginformasikan bahwa guru matematika SMP Kota Yogyakarta mendapat label terbaik dari hasil uji guru tingkat Nasional. Tentu upaya ini bukan kinerja personal, namun kolegial. Aktivitasnya melalui kolaborasi. Sebab indikator untuk memperoleh hasil tetbaik, ada tangan-tangan lain yang turut menjunjung. Mata rantai tidak terputus dan saling memupuk.

Dalam kesempatan tersebut Bapak Ngatijan, Bapak Wahono dan Bapak Rofiq membagikan trik-trik membuat sosial numerasi. Bukan perkara yang enteng untuk memproduksi soal jenis itu. Matematika harus melebur dengan kondisi keseharian. Matematika tidak boleh mengurung diri, asyik maksyuk bermain dengan formulanya. Bercengkerama dengan rumusnya sendiri. Matematika harus membuka diri terhadap ilmu yang lain. Take and Give sudah menjadi keharusan nafas. Kesetaraan dengan mata pelajaran lain mesti sejajar.

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *