Memberi Melebihi Ekspektasi

Oleh : Aji Najiullah Thaib

Pablo Picasso, adalah seorang seniman yang terkenal dalam aliran kubisme dan dikenal sebagai pelukis revolusioner pada abad ke-20. Jenius seni yang cakap membuat patung, grafis, keramik, kostum penari balet sampai tata panggung. Lahir di Malaga, Spanyol 25 Oktober 1881, mengatakan :

“Setiap anak adalah soerang seniman. Masalahnya adalah bagaimana tetap menjadi seniman setelah kita tumbuh dewasa.”

Memang pada Hakikatnya, seorang seniman itu pikirannya sangat murni, seperti halnya anak-anak yang jujur dalam mengungkapkan apa yang dirasakannya, sehingga karya yang dihasilkan sesuai dengan apa yang ada dalam pikirannya, tidak terkontaminasi oleh kepentingan apa pun.

Kalau saya mengatakannya, “Seorang seniman itu Memberi Melebihi ekspektasi,” tidak pernah setengah-setengah. Karena apa yang dilakukan semata untuk kepuasan, baik kepuasan diri sendiri, maupun kepuasan bagi orang lain yang menikmati hasil karyanya.

Tidak semua orang yang bekerja dibidang seni bisa memegang teguh prinsip ini. Karena memang setiap orang meliki prinsip yang berbeda, ada yang memang mengabdikan dirinya untuk Seni semata, ada juga semata hidup tidak cuma untuk Seni. Bagi yang disebut dengan seniman tentunya tidak akan mengubah prinsip itu selama hidupnya.

Saya meskipun berprofesi dibidang seni, namun saya tidak berani memegang teguh prinsip bekerja seorang seniman seperti itu, saya tidak bisa hidup semata untuk Seni, jujur saya tidak berani hidup semata untuk Seni, karena tanggung jawab terhadap keluarga membuat saya mengambil jalan tengah, dari aktivitas senilah saya menghidupi keluarga.

Namun, prinsip Memberi melebihi ekspektasi tetap dipegang teguh. Karena memberi melebihi ekspektasi itu adalah bentuk peleyanan terbaik yang diberikan seorang pekerja Seni, dan itu pun adalah bagian dari ibadah.

Ketika memilih jurusan saat kuliah diperguruan tinggi Kesenian, saya tidak berani memilih jurusan seni murni, saya lebih memilih jurusan seni komersial. Saya sudah berpikir dengan pekerjaan saya, Saya harus bisa menghidupi keluarga.

Pilihan hidup memang berat, tapi apapun itu harus dilakukan, dan harus dilaksanakan, tanpa mengabaikan prinsip-prinsip yang hakiki. Hidup harus disiasati, mengabdi semata kepada sang Pencipta adalah tetap tujuan yang hakiki. Hidup hanyalah sebuah proses pelaksanaan kata-kata, apa yang sudah kita ucapkan, harus dilaksanakan sesuai dengan yang diucapkan.

Menghasilkan uang adalah seni, bekerja adalah seni, dan bisnis yang baik adalah seni terbaik.” ~ Andy Warhol

Tinggalkan Balasan