Dilema Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi (3)

Abdul Aziz Saefudin
Dosen Prodi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Yogyakarta dan Kandidat Doktor Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta

Lantas, apakah yang harus dilakukan andai orang tua menyetujui anaknya masuk sekolah dan mengikuti pembelajaran tatap muka? Pertama, orang tua harus memastikan bahwa sekolah mempunyai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka, termasuk SOP andaikan perlu ada penanganan kasus khusus terkait Covid-19 yang terjadi di lingkungan sekolah. Kedua, orang tua harus proaktif untuk menanyakan kondisi anak-anak mereka dalam pembelajaran tatap muka di sekolah. Dengan kata lain, sekolah harus terus memberikan informasi yang terbuka kepada orang tua ketika anak-anak mereka mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah sehingga orang tua tidak merasa khawatir kondisi anak-anaknya. Ketiga, orang tua harus memastikan bahwa anak-anak mereka yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka dalam kondisi badan sehat dan fit serta tidak memaksakan kepada sekolah agar anak diterima belajar dalam kondisi demikian. Keempat, orang tua harus bersikap tegas dengan penuh kesadaran untuk tidak mengizinkan anak-anak mereka mengikuti pembelajaran tatap muka jika mengetahui kondisi lingkungan yang tidak kondisif karena penambahan kasus positif Covid-19 yang begitu masif.

Untuk sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka, apakah yang harus dilakukan? Pertama, sekolah bersama komite sekolah dan orang tua harus bermusyawarah berkaitan rencana pembukaan sekolah dan pembelajaran tatap muka. Termasuk di antara surat kesediaan orang tua untuk mengizinkan anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka. Kedua, harus membuat SOP pembelajaran tatap muka di sekolah yang jelas. Misalnya, terkait pembagian kelas yang dilakukan, apakah seluruh siswa harus datang di sekolah secara keseluruhan pada hari yang sama, atau dibuat sistem shift, setengah masuk di pagi hari, setengahnya di siang hari, atau giliran siswa yang masuk seperti tiga hari masuk dan dua/tiga hari hari libur selama seminggu dengan jumlah jam pelajaran yang terbatas, ataupun pilihan yang lain. Kalau dibuat shift, sistem pembelajarannya dibuat campuran/berseling, yakni campuran antara tatap muka dan daring (blended learning), ataukah pilihan strategi pembelajaran lainnya. Ketiga, semua sarana dan prasarana serta daftar isian yang diminta oleh Kemendikbud harus dipenuhi dengan baik dan paripurna.

Sekolah juga sebisa mungkin dapat memberikan kenyamanan untuk siswa dan orang tua siswa dengan memberikan pelayanan informasi yang transparan terkait kondisi siswa-siswa dan lingkungan sekolahnya. Semoga pandemi segera berakhir sehingga anak-anak kita bisa belajar dengan nyaman di sekolah.

Semoga pula kita selalu diberikan kesehatan dan keselamatan serta dijauhkan dari wabah virus Corona-19 ini. (*)

Sumber link : https://suyanto.id/dilema-pembelajaran-tatap-muka-di-masa-pandemi/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas